Kota Yogyakarta merupakan salah satu kota yang terbesar di Indonesia dan kota tebesar keempat di wilayah Pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung, Malang, dan Surakarta menurut jumlah penduduknya. Salah satu kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kota gede yang pernah menjadi pusat Kesultanan Mataram antara kurun waktu tahun1575 - 1640. Serta Istana Keraton yang masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya.
Kota Yogyakarta selain terkenal sebagai kota yang penuh dengan cita rasa kulinernya gudeg yang sangat nikmat itu pasti anda sudah tahu kan ?? kalau belum mampir dulu ke kota Yogyakarta nih sambil berwisata ria. Banyak Fakultas pendidikan yang didirikan di kota ini tak heran jika banyak Seniman - seniman dan komunitas seni yang lahir dari kota ini seperti : Hendra Cipta, Butet Kertaradijasa, Pongki Barat, Erros Candra, dan Neo Letto.
Yogyakarta banyak menyimpan kisah bersejarah dari sederet diorama yang dipajang di museum-museum. Jika Kamu menggemari berwisata atau Travelling, kota Yoyakarta memang salah satu destinasi terbaik untuk liburanmmu bersama keluarga. Pesona Ayu Kota ini tak mampu mengukuhkannya. Dan gelapnya malam, Tetap bersinar disertai penari disimpang lima itu memberikan tawa sukacita bagi para pelancong dan wisatawan yang ingin berkunjung di malam hari. Penasaran Yuk kita simak bersama :
1. Keraton Jogyakarta
Tidak bisa dipungkiri bahwa Keraton Jogjakarta adalah salah satu tempat bersejarah yang paling populer di Jogja. Bangunanya begitu identik dengan unsur jawa dan koleksi benda - benda bersejarah sebagai peninggalan bangsawan dulu. Suasana Keraton Jogjakarta ini memberikan kesan mewah, megah, dan arstistik anda akan mengetahuinya saat mulai melangkahkan kaki dari pintu masuk gerbang tersebut.
2. Taman Sari
Gemercik Air, Keindahan Arsitekturnya yang kuno, dan Pemandangan yang menakjubkan, membuat Taman Sari sangat mempesona, Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak. Taman Sari adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Jogjakrta. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I tahun 1758-1765. Terdapat sebuah gedung, kolam pemandiaan, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah tanah.
3. Candi Prambanan
Candi Prambanan adalah salah satu kompleks candi yang terkenal di Indonesia dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991. selain Candi Borobudur namun tidak sama dengan Candi Borobudur yang merupakan Candi budha, Candi Prambanan sendiri merupakan peninggalan kerajaan umat Hindu. Keduanya memilki lokasi yang sama-sama terletak di Jawa Tengah. Candi Prambanan sendiri memiliki seribu buah candi karena adanya cerita Roro Jongrang, namun sebenarnya hanya ada sekitar 240 candi saja.
Candi ini merupakan persembahan bagi Dewa Siwa yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagi Dewa Penghancur. menurut Prasasti Siwarghra yang pada saaat ini disimpan di Musesum Nasional Indonesia. Siwaghra yang dalam bahasa sansakerta yang memiliki arti Rumah. Di tempat wisata ini juga terdapat Relief yang menceritakan kisah tentang dua kisah fenomal tentunya dalam Hindu Ramayana dan Krishnayana. Relief ini berada di dinding bagian dalam dari pagar yang mengelilingi Candi Trimurti. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Unutk Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup Khrisna sebagai awatara atau reinkarnasi dari Sewa Wisnu.
4. Masjid Gedhe Kauman
Masjid Gedhe Kauman terletak tidak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta atau sebelah barat Alun - alun Utara Yogyakarta. Sedangkan secara administrasi masuk dalam wilayah kauman, kelurahan Ngusapan, kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Masjid ini merupakan Masjid kerajaan sehingga terbentuknya atau dibangunnya masjid ini tidak terlepas dari Keraton kasultanan Yogyakarta. Masjid ini merupakan masjid raya satu - satunya yang berusia lebih dari 200 tahun atau dibangun 18 tahun setelah pernajanian Giyanti tahun 1755. Dengan arsikteturnya yang mengacu pada keraton menjadi nilai lebih tersendiri sebagai objek wisata yang memiliki nilai sejarah dan filososfi serta religi.
Sistem atap yang digunakan di masjid ini adalah sistem atap tumpang tiga yang mengilustrasikan daun kluwih dan gadha. Sistem atap tersebut memilki arti tataran kesempurnaan hidup melalui tiga tahapan yakni Syariat, Makrifat dan Hakekat. Seiring perkembangan jaman Bangunan masjid ini mengalami perubahan terutama pada serambi masjid yang diganti dengan material khusus yang biasa digunakan untuk bangunan keraton hal ini dikarenakan banguanan asli serambi runtuh akibat gempa tahun 1867. Demikian juga lantainya yang berupa batu kali kini berganti menjadi marmer.
5. Benteng Vredeburg
Jalan - jalan Ke kota Yogyakarta tentu saja kita akan menemukan banyak objek wisata yang dapat kita kunjungi. Benteng Vredeburg adalah salah satu bentuk fenomena sejarah yang terdapat di Yogyakarta karena memiliki nilai sejarah lainnya. Selain itu memiliki nilai keunikan dan keindahan yang khas. Benteng Vredeburg Jogja merupakan sebuah banguanan yang lokasinya berada di seberang Istana Keprresidenan. Bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan yang menjadi lokasi wisata Jogja yang berada di Jalan A.Yani atau kawasan Nol kilometer Yogyakarta dan berada satu ruas dengan jalan Malioboro. Bangunan ini awalnya terkenal dengan nama Benteng Rustenburg yang dibangun sekitar tahun 1760.
Benteng Vredeburg adalah salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda di Yogyakarta, benteng ini sangat dikenal karena meiliki histori yang cukup panjang dan masih bertahan hingga saat ini. Benteng Vredeburg kini menjadi museum yang didalamnya terdapat beberapa karya seni, patung, bangunan dan macam senjata peningalan Belanda. Sejarah mencatat benteng ini dibangun oleh Belanda atas persetujuan Sultan Hameng Kubuwonno I pada tahun 1765, tanahnya milik keraton jogja tapi hak milik benteng ini dikuasai oleh belanda. Belanda memang memiliki siasat yang licik pada masa itu dengan mudahnya mengawasi pergerakan aktifitas keraton dari benteng ini, dan setelah timbul perpecahan antara kedua belah pihak, Benteng ini menjadi pertahanan Belanda dengan dibangun parit - parit kecil yang mengelilingi seluruh sisi luar Benteng Vredeburg.
Pada mulanya Benteng ini bernama Rustenburg yang dapat diartikan sebagai (Benteng Peristirahatan). Di dalam museum benteng ini terdapat beberapa bangunan administrasi bercorak khas bangunan Belanda dengan tembok yang tebal berwarna putih dan banyak menara penyangga. karena Benteng ini dulunya menajdi saksi perjuangan rakyat Yogyakarta demi merebut kemerdekaan Indonesia, kini Benteng Vredeburg terkenal menjadi ikon Museum khusus Perjuangan Nasional rakyat Jogja. di Benteng ini juga banyak terdapat patung yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar